GCatatan Gido
Kuliner khas Nias: lompat batu, hombo batu, dan babi panggang

Babi Panggang dan Hombo Batu: Cita Rasa Nias yang Bisa Dicicipi di Gido

Babi panggang dan hombo batu jadi dua ikon Nias yang bisa disaksikan di Gido, ibu kota Kabupaten Nias. Simak cerita rasa dan tradisinya.

Babi Panggang dan Hombo Batu: Cita Rasa Nias yang Bisa Dicicipi di Gido

Sorotan Utama

  • Gido adalah kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Nias, Sumatera Utara, dengan luas 110,06 km² dan penduduk 23.518 jiwa (2021).
  • Kecamatan Gido berbatasan langsung dengan Kota Gunungsitoli.
  • Bandara Binaka, bandara utama Pulau Nias, berada di Kecamatan Gido di Jalan Raya Pelabuhan Udara.
  • Babi panggang adalah sajian khas Nias yang umum dijumpai di pasar dan warung makan tradisional.
  • Hombo batu (lompat batu) adalah tradisi ikonik Nias yang kerap ditampilkan dalam acara adat dan penyambutan tamu.

Dari Bandara Binaka ke Meja Makan

Pesawat yang mendarat di Bandara Binaka langsung menyentuh tanah Kecamatan Gido. Bandara utama Pulau Nias ini berada di Jalan Raya Pelabuhan Udara, masih di wilayah kecamatan yang juga menjadi ibu kota Kabupaten Nias. Begitu keluar dari pintu kedatangan, udara pesisir bercampur bau kayu bakar dari warung-warung di pinggir jalan. Di sinilah perkenalan pertama dengan Nias biasanya dimulai, lewat sepiring babi panggang.

Gido bukan sekadar gerbang administratif. Kecamatan berluas 110,06 km² ini dihuni sekitar 23.518 jiwa (2021), dengan kepadatan 194,75 jiwa per kilometer persegi. Wilayahnya berbatasan langsung dengan Kota Gunungsitoli, sehingga arus orang dan barang dari pelabuhan serta kota bergerak cepat ke sini. Warung makan di sekitar bandara dan pasar menjadi tempat pertama orang luar mencicipi masakan Nias.

Babi Panggang, Rasa yang Dibakar Perlahan

Babi panggang Nias bukan babi guling Bali, bukan pula babi panggang Karo. Orang Nias mengolahnya dengan bumbu sederhana: garam, cabai, dan kadang rempah lokal, lalu dibakar di atas bara kayu hingga kulitnya kecokelatan dan bagian dalam tetap berair. Potongannya besar, disajikan dengan nasi hangat atau ubi, kadang ditemani daun singkong rebus.

Di Gido, sajian ini mudah ditemukan di pasar pagi, warung tepi jalan, dan rumah makan keluarga yang buka menjelang siang. Harganya relatif terjangkau untuk ukuran ibu kota kabupaten, meski porsi dan harga bisa berbeda antarwarung. Yang khas adalah cara makannya: pakai tangan, dengan sambal yang menempel di ujung jari. Bagi warga Nias, babi panggang bukan makanan sehari-hari, melainkan hidangan untuk acara penting, kumpul keluarga, dan penyambutan tamu.

Hombo Batu, Tradisi yang Hidup di Dekat Gido

Hombo batu atau lompat batu adalah tradisi ikonik Nias. Seorang pemuda melompati susunan batu setinggi lebih dari dua meter sebagai tanda kedewasaan dan keberanian. Tradisi ini lahir di Nias Selatan, tetapi gaungnya sampai ke seluruh pulau, termasuk Gido. Dalam acara adat, penyambutan tamu, atau perayaan tertentu, atraksi serupa kerap ditampilkan.

Di Gido, hombo batu lebih sering muncul sebagai pertunjukan budaya ketimbang ritual wajib. Wisatawan yang menginap di sekitar Gunungsitoli dan Gido bisa menanyakan jadwal pertunjukan ke pengelola wisata lokal atau perangkat desa. Jika tidak ada acara, jangan memaksa. Tanyakan dulu, hormati adat, dan saksikan kalau memang sedang digelar. Babi panggang dan hombo batu sama-sama berbicara tentang Nias: keberanian dan keramahan yang disajikan di meja makan.

Pertanyaan Umum

Di mana lokasi Bandara Binaka?

Bandara Binaka berada di Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, tepatnya di Jalan Raya Pelabuhan Udara. Bandara ini adalah bandara utama di Pulau Nias.

Apakah babi panggang halal?

Babi panggang tidak halal bagi umat Muslim. Sajian ini merupakan makanan khas masyarakat Nias yang umumnya beragama Kristen. Wisatawan Muslim tetap bisa menikmati hidangan lain seperti ikan bakar dan sayur di warung yang sama.

Apakah hombo batu bisa disaksikan setiap hari di Gido?

Tidak. Hombo batu umumnya ditampilkan saat acara adat, penyambutan tamu, atau perayaan tertentu. Tanyakan jadwal ke pengelola wisata lokal atau perangkat desa sebelum datang.

Bagaimana akses ke Gido dari luar Pulau Nias?

Gido dapat dicapai lewat Bandara Binaka di kecamatan itu sendiri. Alternatif lain adalah kapal laut ke Pelabuhan Gunungsitoli, lalu perjalanan darat singkat karena Gido berbatasan langsung dengan Kota Gunungsitoli.